Oknum Satpam PT SIL Bermain Antrian TBS, Irfan Rambe; Kami Akan Rolling

Ismail Yugo
.
Senin, 19 September 2022 | 15:19 WIB
Manager Pabrik PT SIL, Irfan Sambe (tengah) didampingi Manager Legal dan Humas SIL Group, Petrus Silaban.BengkuluUtara,iNews.id/Ismail Yugo

BENGKULU UTARA,iNews.id - Manager Pabrik PT Sandabi Indah Lestari, Irfan Rambe menegaskan, pihaknya akan melakukan rolling terhadap oknum Satpam dan karyawan yang bermain antrian truck Tandan Buah Sawit di lokasi pabrik.

Hal ini ditegaskannya saat gelaran mediasi  bersama Pemerintah Desa Giri Mulya dan sejumlah perwakilan sopir di aula Desa setempat, pada Senin (19/9/2022).

"Kami akan habisi pratik-praktik seperti itu.  Akan kami rolling, sebut saja namanya disini," tegas Irfan Rambe usai mendengarkan keluh kesah dari salah satu perwakilan sopir truck TBS.

Rambe memastikan, rolling yang dilakukan merupakan bentuk penyegaran guna menghindari polemik yang selama ini menjadi api dalam sekam ihwal antrian TBS di Pabrik PT SIL.

Rambe berdalih, jika dirinya baru mengetahui adanya praktik-praktik yang selama ini dimainkan oleh oknum-oknum karyawan perusahaan untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Dihimpun dari berbagai sumber, terdapat beberapa kasta dalam antrian di lokasi Pabrik PT SIL. Kelas VVIP dan truck Sirine dinisbatkan kepada kendaraan yang memiliki unsur kedekatan dengan oknum Satpam atau karyawan. 

Jika tak memiliki cukup persyaratan, sejumlah supir harus merogoh kocek mulai 400 hingga 500 ribu rupiah sebagai pelicin agar muatan segera ditimbang. Jika tidak, para supir harus menunggu tiga hari tiga malam dilokasi antrian.

Meski sejumlah sopir mengaku telah menyampaikan keluhan atas dugaan praktik-praktik liar tersebut. Perusahaan sektor Kelapa Sawit yang menggurita di Bumi Ratu Samban ini dinilai tak bergeming.

Perusahaan dinilai sejumlah pihak tak memiliki langkah kongrit guna mengantisipasi gejolak sebagai tangkal dini meletusnya polemik. Meski masuk kedalam daftar perusahaan bonavit, namun pihak manajemen tak kuasa meninggikan dagu melawan sejumlah oknum karyawan yang bermain.

Pemortalan akses jalan menuju lokasi pabrik   yang acapkali dilakukan para sopir, merupakan puncak kekesalan lantaran keluh kesah tak kunjung mendapatkan kejelasan. Aksi-aksi yang selalu terulang, menumbuhkan stigma jika PT Sandabi Indah Lestari tak memiliki taji untuk menegakkan regulasi yang dibuat perusahaan itu sendiri.

 
Kepala Kepolisian Sektor Padang Jaya, Iptu Edi Purwanto menegaskan, pihaknya berharap polemik ini segera berakhir dengan jalan terbaik.

Polisi berharap aksi-aksi sepihak yang dilakukan warga dan supir truck dalam peutupan akses jalan menuju pabrik tidak terulang kembali.

"Kami objektif, sisi hukum yang melekat pada institusi kami akan kami tegakkan jika ada hal yang bersebrangan dengan hukum positif yang ada. Jika ada yang merasa dirugikan atas dugaan praktik yang dimaksud masukan laporan resmi kepada kami, kami akan tindaklanjuti," tegas Kapolsek.

Senada, Kapolsek Giri Mulya, Ipda Freddy Simaremare mengungkapkan, pihaknya akan ikut memantau hasil mediasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang tengah berpolemik.

"Kita akan terus pantau. Ada kesepakatan yang harus sama-sama dipahami dan dijalankan. Kami tidak akan berpihak kemanapun, kami sebagai penengah," tegas Freddy.

Editor : Ismail Yugo
Bagikan Artikel Ini