TNI Hidupkan Desa yang Lama Mati Suri

SM Said
Program TMMD Kodim 0420/Sarko membangunkan Desa Seko Besar dari keterpurukan lewat pembangunan jalan demi menggerakkan ekonomi warga. Foto Ist

SAROLANGUN, iNewsBengkulu.id – Desa Seko Besar, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi, selama puluhan tahun hidup dalam keterpurukan. Desa transmigrasi yang berdiri sejak 1997 itu dihuni 134 kepala keluarga dengan total 1.143 jiwa.

Mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor perkebunan. Namun, buruknya akses jalan membuat hasil bumi mereka sulit dijual. Jalan desa yang dipenuhi tanah dan lumpur tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama saat musim hujan.

Akibatnya, hasil perkebunan warga kerap membusuk di batang karena tidak memiliki nilai jual. Harapan masyarakat untuk memiliki akses jalan layak pun sempat terasa mustahil hingga akhirnya program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-128 Kodim 0420/Sarko hadir di desa tersebut.

Dalam program TMMD ke-128, Kodim 0420/Sarko memprioritaskan pembangunan akses jalan sepanjang 4,7 kilometer yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat Desa Seko Besar dan desa sekitarnya untuk beraktivitas. Perbaikan infrastruktur itu diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga.

Salah seorang warga, Achirul, mengaku kehidupan masyarakat sebelum hadirnya TNI sangat memprihatinkan.

“Dulu kalau musim hujan sangat sulit masuk ke desa ini. Warga bahkan rela meninggalkan kendaraannya dan berjalan kaki, lalu kendaraan baru diambil keesokan harinya,” kata Achirul.

Ia juga menceritakan mahalnya harga kebutuhan pokok akibat sulitnya akses transportasi.

“Bisa dibayangkan, harga satu bungkus garam sama dengan harga satu kilogram beras. Sementara hasil kebun kami tidak ada harganya. Harga sawit saat itu paling tinggi Rp500 per kilogram, sedangkan di luar daerah bisa mencapai Rp3.000. Akhirnya banyak buah sawit dibiarkan busuk di batang,” ujarnya.

Menurut Achirul, seluruh persoalan itu terjadi karena buruknya akses jalan. Ia pun bersyukur desa mereka akhirnya mendapat perhatian melalui program TMMD.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada TNI yang sudah memilih desa kami. Tanpa TNI, mimpi memiliki jalan bagus mungkin belum tentu terwujud,” katanya.

Ungkapan serupa disampaikan warga lainnya, Jali. Ia mengaku bersyukur karena kini akses menuju desa sudah jauh lebih baik.

“Terima kasih bapak-bapak TNI. Sekarang jalan desa kami sudah lancar. Jalan yang dibangun TNI ini adalah satu-satunya akses menuju desa kami, urat nadi kehidupan warga. Kami seperti dibangunkan dari mati suri berkat tangan dingin TNI,” ujar Jali.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Panglima TNI, Kasad, Dandim, hingga Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang telah mendukung pembangunan desa mereka.

“Terima kasih Pak Presiden, Pak Panglima, Pak Kasad, Pak Dandim, dan Pak Bupati Sarolangun yang sudah membantu pembangunan desa kami,” ucapnya.

Jali berharap program seperti TMMD terus dilanjutkan karena dinilai sangat membantu masyarakat desa terpencil.

“Hanya orang-orang hebat yang bisa menyelesaikan pekerjaan sebesar ini dalam waktu singkat dan tepat waktu. Dengan dana terbatas, banyak pekerjaan bisa selesai hanya dalam satu bulan. Bravo TNI,” pungkasnya.

Editor : Suriya Mohamad Said

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network