get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Bengkulu Utara Dampingi Gubernur Tandatangani Nota Kesepakatan Bersama Bank Tanah di Jakarta

Alarm Darurat, Mahasiswa di Bengkulu Utara Terpapar HIV Akibat LGBT

Rabu, 14 Januari 2026 | 14:26 WIB
header img
salah satu pasien HIV merupakan hasil korban homoseksualitas atau LGBT pada waktu duduk dibangku SMA.iNewsBengkuluUtara.id/ismailyugo

Bengkulu Utara, iNews BengkuluUtara.id -  Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bengkulu Utara menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan pada tahun 2025. 

Data dari Dinas Kesehatan setempat mencatat, dari hanya 3 orang pada tahun 2024, jumlah kasus baru melonjak menjadi 11 orang pada tahun yang lalu. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Plt.) Bengkulu Utara, Faizal Hadi SKM, M.Si, mengungkapkan tren yang memprihatinkan di balik angka tersebut. 

Dimana salah satu pasien merupakan hasil korban homoseksualitas atau LGBT pada waktu duduk dibangku SMA.

“Jumlah ini didominasi korban LGBT. Ada salah satu pasien terpapar pada waktu SMA,” jelasnya dalam keterangan pers di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026).

Pernyataan itu menyoroti kerentanan kelompok remaja dan muda terhadap penularan HIV, terutama yang terlibat dalam hubungan sesama jenis. 

Faizal Hadi menekankan perlunya kewaspadaan ekstra dari orang tua dan lingkungan sekitar untuk memantau pergaulan anak-anak remaja.

Selain kewaspadaan, pihaknya juga melakukan pengawasan secara ketat, dengan puskesmas di masing-masing kecamatan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dilokasi yang dicurigai munculnya virus yang tidak bisa disembuhkan itu.

“Untuk pencegahan sejak dini, penyebaran kasus HIV terus dipantau dan dilakukan skrining atau pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh petugas,” tambahnya.

Peningkatan kasus yang signifikan ini menjadi alarm bagi semua pihak. Dinas Kesehatan Bengkulu Utara dalam waktu dekat akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS, khususnya di kalangan remaja dan kelompok berisiko tinggi. 

“Harapan kami kedepan kolaborasi dengan sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat dinilai crucial untuk menekan laju penularan dan menghilangkan stigma, sehingga para penderita maupun kelompok berisiko mau memeriksakan diri dan mendapatkan penanganan yang tepat,” harapnya.

Editor : Ismail Yugo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut