Pemdes Giri Mulya Ngotot Minta Bantuan Perusahaan Sawit untuk UMKM
BENGKULU UTARA,iNewsBengkuluUtara.id- Pemerintah Desa Giri Mulya, Kecamatan Giri Mulya, meminta bantuan dari perusahaan sawit PT Sandabi Indah Lestari untuk UMKM, Senin (2/2/2026).
Permintaan ini tertuang dalam tuntutan permintaan resmi pemerintah desa kepada perusahaan. Jika tak diindahkan, serukan ancaman blokade akses jalan menuju pabrik milik perusahaan.
Perusahaan menegaskan akan mendukung permintaan desa terkait kerjasama dalam bidang UMKM yang akan dikelola oleh Bumdes.
Bentuk dukungan ini, PT Sandabi Indah Lestari meminta Bumdes desa setempat membuat surat proposal atau company profile yang disertai RAB guna tertib administrasi.
Hal ini ditegaskan Manager Legal external affairs, PT Sandabi Indah Lestari Group, Sultan Syahrir Sultan Syahril, dalam rilis resmi kepada media ini.
Namun disisi lain, pengelolaan dana bantuan baik pemerintah maupun perusahaan harus dibarengi dengan sumber daya manusia pihak penerima yang mumpuni.
Hal ini menjadi kunci utama agar bantuan yang didapat mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Seperti bantuan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) atau Bank Sampah yang dibangun Pemkab Bengkulu Utara di Desa Giri Mulya.
Bangunan yang berada di wilayah RT 6 Dusun I Desa Giri Mulya, aset pemerintah daerah terlihat lama tak dikelola, pekarangan dipenuhi rumput liar.
Tak hanya bangunan, alat-alat pengelolaan sampah menjadi pupuk itu terlihat tak terurus dan terkesan dibiarkan oleh pengelola TPS 3R Ngudi Mulyo Giri Mulya.
Bangunan ini merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup. Diresmikan langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, pada masanya, dengan anggaran ratusan juta rupiah.
Ketersediaan alat-alat canggih dan kendaraan, tak mampu menjamin beroperasinya bank sampah ini. Uang rakyat terserap namun manfaat tak kunjung di dapat.
Pada Tahun 2023 lalu, kepada media, Pemerintah Desa menyatakan bangunan TPS3R yang ada di Desa Giri Mulya hanya vakum sementara dan bukan tidak ada aktifitas atau tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya.
"Benar belum ada aktivitas. Kami akan dorong kembali baik pemerintah desa dan pengelola agar bantuan ini bisa berjalan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat," harap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkulu Utara, Parpen Siregar.
Editor : Ismail Yugo