Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kejari Bengkulu Utara Ingatkan Kepala Desa Pentingnya Pahami Aturan Pengelolaan Dana Desa
Advertisement . Scroll to see content

Hidup dalam Ketakutan,Ibu di Desa Senali Berharap Penyebab Kebakaran yang Tewaskan Anaknya Terungkap

Minggu, 13 September 2026 | 21:45 WIB
  • author Ismail yugo
Hidup dalam Ketakutan,Ibu di Desa Senali Berharap Penyebab Kebakaran yang Tewaskan Anaknya Terungkap
Dua Bulan Hidup Dalam Ketakutan, Ibu di Desa Senali Berharap Penyebab Kebakaran yang Tewaskan Anaknya Segera Terungkap. (Foto: Istimewa).

BENGKULU UTARA,iNewsBengkuluUtara.id- Tangis Meka Hartati (44), Warga Desa Senali, Kecamatan Arga Makmur, pecah.

Istri dari Inda Sugianto (45) ini tak kuasa menahan tangis saat melihat foto usang anaknya, Nadya Ananda Saputri  (21) bersama suami Dolawan Diki Andika (26).

Foto itu ditemukan satu hari lalu di sela-sela reruntuhan rumah, yang hangus akibat peristiwa kebakaran sekira pukul 02.20 WIB, pada 28 Juli lalu.

Bersama anak yang tengah dikandungnya, Nadya Ananda Saputri dan Dolawan Diki Andika, tewas saat peristiwa nahas ini. 

Spekulasi liar muncul ditengah masyarakat, mulai hubungan pendek arus listrik hingga dugaan pembunuhan.

Sejumlah kejanggalan diungkapkan Meka Hartati kepada media ini. Dari temuan jerigen bahan bakar minyak, hingga kabel tembaga yang melilit di jasad anaknya. 

Dugaan unsur kesengajaan masih merupakan kecurigaan dari pihak keluarga dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

"Ada jerigen 35 liter yang diamankan polisi dan masih ada bensinnya. Saya sendiri tidak punya jerigen itu," sebut Meka kepada media.

Selain perihal jerigen, tidak adanya teriakan suara minta tolong dari Nadia, terus membekas dalam ingatan Meka.

Padahal, belakangan ia mengetahui bahwa anaknya masih berada di dalam rumah ketika api membesar.

"Saya tidak mendengar anak saya berteriak minta tolong. Saya juga tidak tahu kalau ternyata anak saya masih terjebak di dalam rumah," ujar Meka menahan isak tangis.

Dengan lirih dan Meka menyebut satu nama yang sempat berpolemik dengan keluarganya, sebelum peristiwa kebakaran terjadi.

Sejumlah kejanggalan ini membuat dirinya ingin mengetahui secara pasti apa yang terjadi sebelum dan saat kebakaran berlangsung.

Meka berharap proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian dapat segera memberikan titik terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Ia menyerahkan proses pembuktian kepada pihak kepolisian dan berharap seluruh fakta dapat diungkap berdasarkan hasil penyelidikan.

Kehilangan orang yang dicintai bukan satu-satunya dampak yang dirasakan Meka. Sejak kejadian nahas ini, rasa takut  masih menghantui saat malam tiba.  

Meka khawatir jika kebakaran terbukti akibat kesengajaan seseorang, kejadian serupa dapat kembali terjadi dan membahayakan dirinya maupun keluarganya.

“Sebenarnya saya ini agak was-was juga sejak kepergian Almarhumah. Ini murni gak kecelakaan, firasat saya ini disengajakan. Setelah kejadian ini saya takut, takut kejadian terulang lagi, saya takut untuk hidup,” tuturnya.

Meka mengaku tidak berharap banyak setelah kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus. Baginya, nyawa anak, menantu, dan calon cucunya tidak mungkin dikembalikan.

Namun, ia ingin satu hal, kebenaran mengenai kebakaran tersebut terungkap secara terang.

"Kami mohon sama Polisi, cepat-cepat tangkap pelakunya kalau memang ada,” kata Meka.

Kini, keluarga korban menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk menjawab pertanyaan yang sejak malam itu belum  menemukan kepastian.

Editor: Ismail Yugo

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut