Pelayanan PT Telkom Indonesia di Bengkulu Utara Disoal
BENGKULU UTARA,iNewsBengkuluUtara.id- Warga Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, keluhkan buruknya layanan PT Telkom Indonesia, Kamis (9/4/2016)
Buruknya layanan ini dirasakan oleh puluhan warga Desa Kuro Tidur, Kecamatan Kota Arga Makmur.
Meski telah menunggu sejak awal tahun lalu, hingga saat ini, jaringan langganan Telkom utama indihome tak kunjung terpasang.
Sejumlah alasan diungkapkan para petugas saat berada di lapangan. Dari lambannya proses administrasi, hingga kata sakti,"itu bukan tanggung jawab divisi kami,".
Kondisi ini berbanding terbalik dengan komitmen General Manager Witel Telkom Bengkulu, dalam penguatan infrastruktur digital untuk masyarakat.
Komitmen ini selalu diabadikan dan disebarluaskan di sejumlah platform digital.
Namun penerapan di lapangan tak seindah dengan komitmen yang selalu diabadikan.
"Satu tahun kami menunggu pelayanan yang buruk ini. Sekedar saran, komitmen indah di medsos diralat, karena ujung-ujungnya membual," kata salah satu warga Desa Kuro Tidur, Ismail Yugo.
Dirinya berharap, Badan Usaha Milik Negara terbesar di bidang jasa layanan teknologi informasi, komunikasi, berbenah dalam memberikan layanan terbaik untuk masyarakat.
"Kalo tidak sanggup, mending mundur. Soalnya ada uang rakyat di slip gaji kalian," cetusnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Plasa Telkom Arga Makmur, belum memberikan klarifikasi resmi, atas tanya yang disampaikan media ini melalui jaringan pribadi.
Pihak Plasma Telkom Arga Makmur mengarahkan konfirmasi kepada Anggi selaku staf Hubungan Antar Instansi PT TIF Branch Bengkulu.
"Sudah golive pak layananya bisa masyarakat untuk melakukan pemasangan internet. Jika ada yang kurang jelas bisa berkunjung ke Kantor Bengkulu di simpang lima. Terima kasih," kata Anggi, melalui seluler.
Dirinya irit bicara saat media melayangkan tanya atas waktu 1 tahun untuk pemasangan jaringan indihome di Bengkulu Utara.
Terpisah, petugas mitra Telkom Bengkulu, Manap Aziz mengatakan, salah satu penyebab lambannya proses pemasangan jaringan disebabkan anggaran yang belum turun dari pusat.
"Dibanyak wilayah permasalahannya ya itu bang. Tapi sekarang tinggal penanaman sistem lagi, satu minggu lagi kalo yang mau berlangganan sudah bisa daftar," jelas Manap.
Editor : Ismail Yugo